Asia Tenggara
Asia
Tenggara
Artikel ini berisi uraian
tentang kawasan geografis di Asia. Untuk organisasi negara-negara Asia
Tenggara, lihat perhimpuna bangsa dan negara
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan
di benuaAsia bagian tenggara. Kawasan ini
mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan
dengan Republik Rakyat Tiongkok di sebelah utara, Samudra Pasifik di timur, Samudra Hindia di selatan, dan
Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Asia Tenggara biasa dipilah dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan
(ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
·
Negara-negara yang termasuk
ke dalam ATD adalah
1.
Kamboja
2.
Laos
3.
Myanmar
4.
Thailand
5.
Vietnam
·
Negara-negara yang termasuk
ATM adalah
1.
Brunei
2.
Filipina
3.
Indonesia
4.
Malaysia
5.
Singapura
6.
Timor Leste
Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung ke benua Asia, biasa
dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara Asia Tenggara
terhimpun ke dalam organisasi ASEAN. Timor Leste yang sebelumnya
merupakan bagian dari Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota
ASEAN walaupun oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini dimasukkan
ke kawasan Pasifik.[1]
Secara geografis (dan juga secara historis) sebenarnya Taiwan dan pulau Hainan juga termasuk Asia Tenggara, sehingga
diikutkan pula. Namun, karena alasan politik Taiwan, dan pulau Hainan lebih
sering dimasukkan ke kawasan Asia Timur. Kepulauan Cocos dan Pulau Christmas, yang terletak di
selatan Jawa, oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai Asia
Tenggara meskipun secara politik berada di bawah administrasi Australia. Sebaliknya, Pulau Papua dimasukkan sebagai
Asia Tenggara secara politik meskipun secara geologi sudah tidak termasuk benua Asia.
Sejarah penamaan
Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai pada abad ke-20. Sebelumnya Asia
Tenggara dikenal dengan nama India Belakang (jika dibandingkan
dengan anak benua India). Subkawasan Asia
Tenggara terdiri dari sebelas negara, beberapa di antaranya berada di daratan
utama (mainland), yang juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (Indochina) dan sebagian
lagi seluruhnya merupakan kepulauan (Asia Tenggara Maritim), yang dikenal
dengan istilah beragam, seperti Kepulauan Selatan (Nan Yang, Tiongkok,
dan Vietnam), Kepulauan Melayu (Malay Archipelagomenurut A.R. Wallace),
Malayunesia (Logan), Indonesia (Logan,
dan Adolf Bastian), Hindia Timur (Oost-Indie,
Belanda), Malaysia, Insulinde (oleh orang
Hindia Belanda di awal abad ke-20), atau Nusantara (oleh
masyarakat Indonesia). Agak menarik bahwa Semenanjung Malayabiasanya
dimasukkan dalam wilayah kepulauan meskipun masih tersambung dengan benua Asia.
Geografi
Geologi
Asia Tenggara
Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng
geologi, dengan aktivitas kegempaan (seismik)
dan gunung berapi (vulkanik)
yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil, dan merupakan daratan tua, ATM
sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah
dengan lempeng Filipina yang lebih
kecil. Tiga pulau besar di Indonesia: Sumatra, Jawa, dan Kalimantan baru
terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka
air laut karena usainya Zaman Es terakhir.
Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah
karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur cekungan
yang memanjang ke selatan dari Teluk Benggala di barat Myanmar, dan Thailand,
terus menuju sisi barat Sumatra, lalu membelok ke
timur membentuk Palung Jawa yang
memanjang di selatan Jawa dan
Kepulauan Nusa Tenggara. Akibatnya gempa
bumi sering terjadi di daerah-daerah sekitarnya, seperti Gempa bumi Samudra Hindia 2004. Desakan lempeng
Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya, sehingga
terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah pulau dengan cacah
gunung berapi terbanyak di dunia. Gunung Kerinci adalah
gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah timur Filipina terdapat
pula Palung Mindanao, dan Palung Mariana yang merupakan pertemuan antara
lempeng Filipina, dan lempeng Pasifik. Di Filipina juga terdapat aktivitas
kegunungapian yang tinggi.
Puncak tertinggi yang berada di Gunung Kinabalu (4.101 m;
Kalimantan) dan Puncak Jaya di Pulau Papua, Indonesia (5.030
m).
Terdapat beberapa klaim, dan perebutan wilayah, dan batas
perairan di kawasan ini, yang melibatkan negara-negara di kawasan ini maupun
yang melibatkan negara di luar Asia Tenggara (terutama Tiongkok dan Taiwandalam kasus Kepulauan Spratly).
Geografi
Artikel
utama: Geografi
Asia Tenggara
Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua
bagian, daratan, dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan
termasuk Myanmar, Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan
negara-negara yang berada di kepulauan termasuk Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Sejarah
Artikel
utama: Sejarah Asia Tenggara
Dengan ditemukannya Homo floresiensis di
Pulau Flores pada 2003menandakan bahwa
daerah kepulauan Asia Tenggara ini paling tidak telah ditinggali oleh manusia
sejak 18.000 tahun lalu, dengan perkiraan terjauh sampai 94.000 tahun yang
lalu. Sejarah Asia Tenggara sebelum zaman kerajaan tidak diketahui banyak.
Beberapa kerajaan berawal di daratannya, yang sekarang Burma, Kamboja, dan Vietnam.
Kerajaan pertama yang berkembang di kepulauan Asia
Tenggara adalah Sriwijaya. Dari sejak abad
ke-5 ibu kota Sriwijaya, Palembang, merupakan
pelabuhan utama antara India dan Tiongkok. Dan kemudian
diikuti oleh Majapahit, Sailendra, dan Mataram. Pedagang Muslim
mulai memasuki daerah ini pada abad ke-12. Pasai merupakan
kesultanan pertama.
Karena kondisi geografis yang berdekatan dengan India dan Tiongkok, kawasan ini
banyak terpengaruh oleh kebudayaan India, dan China. Selat Malaka merupakan
jalur perdagangan yang ramai sejak berabad-abad lalu, dan masih bertahan hingga
sekarang.
Ekonomi
Kebanyakan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara masih
digolongkan kepada negara berkembang, hanya Singapura yang digolongkan
ke dalam negara maju.
Ekonomi kawasan Asia Tenggara masih banyak tergantung
pada hasil alam, dengan pengecualian Singapura. Dengan pembentukan kawasan perdagangan bebas Asia
Tenggara oleh negara-negara ASEAN diharapkan
dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Demografi
Penduduk asli Asia Tenggara terdiri dari berbagai macam
suku yang jumlahnya sangat banyak.
|
suku Khmer (94%), Tionghoa (4%), suku Vietnam (1%), lainnya (kebanyakan suku Cham) (1%)
|
|
|
Lao Daratan Rendah (56%), Lao Theung
(34%), Lao Soung (10%)
|
|
|
suku Burma (68%), Shan (9%), Karen (6%), Rakhine (4%),
lainnya (termasuk suku Tionghoa, dan Indo-Arya) (13%)
|
|
|
suku Thai (75%),
Tionghoa (14%), suku Melayu (4%), Khmer
(3%), lainnya (4%)
|
|
|
suku Vietnam (88%), Tionghoa (4%), Thai (2%), lainnya (6%)
|
|
|
Melayu (69%), Tionghoa (18%), suku
pribumi Brunei (6%), lainnya (7%)
|
|
|
suku Jawa (41,7%), suku Sunda (15,4%), suku Melayu(3,4%), suku Madura (3,3%), suku Batak (3.0%), suku Minangkabau (2,7%), suku Betawi (2,5%), suku Bugis(2,5%), suku Banten (2,1%), suku Banjar (1,7%), suku Bali(1,5%), suku Sasak (1,3%), suku Makassar (1,0%), suku Cirebon (0,9%), suku Tionghoa (0,9%), suku Aceh(0,43%), suku Toraja (0,37%),
sisanya ratusan suku kecil dari Rumpun Melanesia dan Melayu-Polinesia.
|
|
|
Melayu dan Orang Asli (60%),
Tionghoa (30%), Tamil(6,4%), lainnya
(2%)
|
|
|
Tionghoa (76%), Melayu (15%),
Indo-Arya (7%), lainnya (2%)
|
|
|
suku Austronesia, suku Melayu, suku Portugis Eropa
|
Agama
Agama yang dianut oleh penduduk Asia Tenggara sangat
beragam, dan tersebar di seluruh wilayah. Agama Buddha menjadi
mayoritas di Thailand, Myanmar, dan Laos serta Vietnam dan Kamboja. Agama Islam dianut oleh
mayoritas penduduk di Indonesia, Malaysia, dan Brunei dengan
Indonesia menjadi negara dengan penganut Islam terbanyak di dunia. Agama Kristenmenjadi mayoritas
di Filipina dan Timor Leste. Di Singapura, agama dengan
pemeluk terbanyak adalah agama yang dianut oleh orang Tionghoaseperti Buddha, Taoisme, dan Konfusianisme.
Walau begitu, di beberapa daerah, ada kantong-kantong
pemeluk agamayang bukan
mayoritas seperti Hindu di Bali dan Kristen di Maluku dan Papua atau Islam
di Thailand dan Filipina bagian
selatan.
Lingkungan
Kerbau di
Indonesia
Garis khayal
Wallace yang memisahkan fauna Australasia dengan Asia Tenggara.
Beraneka ragam hewan hidup di Asia Tenggara; di pulau
Kalimantan, dapat ditemukan orangutan, Gajah Asia, Badak Sumatra dan Macan Dahan(Neofelis
nebulosa diardi). Binturong dapat
ditemukan di pulau Palawan.
Kerbau, baik yang
dipelihara maupun yang liar, tersebar di sepanjang Asia Tenggara,
sedangkan kancil dapat
ditemukan di Sumatra, dan Kalimantan. Kancil sendiri
merupakan hewan yang sering muncul dalam cerita-cerita rakyat di Indonesia, dan
banyak dikenal anak-anak.
Burung-burung yang cantik seperti burung merak dan srigunting(drongo)
hidup di subkawasan Asia ini hingga sejauh sebelah timur Indonesia. Babirusa (babi dengan
empat gading), anoa, dan komodojuga terdapat di
Indonesia. Burung Enggang banyak
dicari untuk paruhnya, dan diperdagangkan ke Tiongkok. Tanduk badak juga turut
diperdagangkan.
Kepulauan Indonesia dipisahkan Garis Wallace. Garis ini berada
di sepanjang sebuah perbatasan lempeng tektonik, dan memisahkan spesies Asia
(Barat) dari spesies Australasia (Timur). Pulau-pulau antara Jawa/Kalimantan,
dan Papua yang membentuk kawasan campuran di mana kedua spesies ada
dinamakan Wallacea.
Perairan dangkal di terumbu karang (coral reef) di
Asia Tenggara mempunyai tingkat biodiversitas tertinggi
untuk ekosistem laut di dunia, di mana ikan-ikan, dan moluska banyak
dijumpai. Ikan hiu paus (rhincodon
typus) juga hidup di Laut China Selatan.
Pepohonan, dan tanaman lainnya di kawasan ini adalah
tumbuhan tropis; di beberapa negara di mana terdapat gunung-gunung yang cukup
tinggi, tanaman bersuhu menengah dapat ditemukan. Wilayah-wilayah hutan hujan (rainforest)
ini saat ini banyak mengalami penebangan liar, khususnya di Kalimantan.
Meskipun Asia Tenggara kaya akan flora, dan fauna,
kawasan ini menghadapi penebangan hutan yang berat,
sehingga mengakibatkan hilangnya habitat berbagai spesies terancam seperti Orangutan, dan Macan Sumatra. Pada saat yang
sama, kabut asap juga
merupakan peristiwa yang lazim. Kabut asap terburuk yang pernah terjadi
berlangsung pada tahun 1998 di mana
beberapa negara diselimuti kabut yang tebal. Menghadapi masalah ini, beberapa
negara di Asia Tenggara menandatangani Persetujuan ASEAN mengenai
Polusi Kabut Asap Transperbatasan (ASEAN Agreement on Transboundary Haze
Pollution) untuk melawan polusi yang diakibatkan kabut asap.
Negara berkembang
Negara berkembangadalah istilah
yang umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan
material tingkat rendah. Karena tidak ada definisi tetap negara
berkembangyang diakui secara internasional, tingkat pembangunan bisa saja
bervariasi di dalam negara berkembang tersebut. Sejumlah negara berkembang
memiliki standar hidup rata-rata yang tinggi.[2][3]
Negara yang memiliki ekonomi yang lebih maju daripada
negara berkembang lainnya, namun tidak sepenuhnya menampakkan tanda-tanda negara maju dikelompokkan
dalam istilah negara industri baru.[4][5][6][7]
Daftar isi
o 4.2Daftar ekonomi berkembang yang
sudah menjadi ekonomi maju (Empat Macan Asia dan negara Euro Baru)
Definisi
Kofi Annan, mantan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menetapkan negara berkembang
sebagai "negara yang memperbolehkan seluruh warga negaranya menikmati
hidup yang bebas dan sehat dalam lingkungan yang aman."[8] Namun
menurut Divisi Statistik
Perserikatan Bangsa-Bangsa:
Tidak ada konvensi resmi untuk penetapan
negara atau wilayah "maju" dan "berkembang" dalam
sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa.[3]
Selain itu mereka mengemukakan:
Penetapan "maju" dan
"berkembang" hanya ditujukan untuk kemudahan statistik dan tidak
mengekspresikan penilaian terhadap tahap-tahap yang telah dicapai suatu negara
atau wilayah dalam proses pembangunannya.[9]
The UN also notes
Dalam kenyataannya, Jepang di Asia, Kanada dan Amerika
Serikat di Amerika
Utara, Australia dan Selandia
Baru di Oseania,
dan Eropadianggap
sebagai wilayah atau kawasan "maju". Dalam statistik perdagangan
internasional, Persatuan
Bea Cukai Afrika Bagian Selatanjuga dianggap
sebagai kawasan maju dan Israel sebagai
negara maju; negara yang muncul dari bekas Yugoslavia dianggap
sebagai negara berkembang; dan negara-negara di Eropa
Timur dan Persemakmuran
Negara-Negara Merdeka (kode 172) di Eropa tidak termasuk
dalam wilayah maju ataupun berkembang.[3]
Pada abad ke-21, wilayah Empat Macan Asia asli[10] (Hong Kong,[10][11]Singapura,[10][11] Korea Selatan,[10][11][12][13] dan Taiwan[10][11]), bersama Siprus,[11] Malta,[11] dan Slovenia,[11] dianggap
"negara maju".
Di sisi lain, menurut klasifikasi IMF sebelum
April 2004, seluruh negara Eropa Timur (kecuali
negara Eropa Tengah yang masih tergabung dalam "Eastern Europe Group"
di PBB) juga bekas negara Uni Soviet (USSR) di Asia
Tengah (Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Turkmenistan)
dan Mongolia tidak
dimasukkan dalam kawasan maju atau berkembang, namun disebut sebagai "negara
transisi", mereka sekarang lebih dikenal (dalam laporan internasional)
sebagai "negara berkembang".
IMF menggunakan sistem klasifikasi fleksibel yang
memperhitungkan "(1) tingkat pendapatan per kapita, (2) diversifikasi
ekspor sehingga eksportir minyak yang memiliki PDB per kapita tinggi tidak akan
masuk dalam klasifikasi maju karena 70% barang ekspornya berupa minyak, dan (3)
tingkat integrasinya ke dalam sistem keuangan global."[14]
Bank Dunia mengelompokkan negara-negara di dunia ke dalam
empat kelompok pendapatan. Kelompok ini diatur setiap tahun pada tanggal 1
Juli. Ekonomi yang terbagi menurut pendapatan nasional per kapita 2008
menggunakan tingkatan pendapatan berikut:[15]
·
Negara pendapatan rendah memiliki PN per kapita US$975
atau kurang.
·
Negara pendapatan menengah bawah memiliki PN per kapita
antara US$976 dan US$3.855.
·
Negara pendapatan menengah atas memiliki PN per kapita
antara US$3.856 dan US$11.905.
·
Negara pendapatan tinggi memiliki PN per kapita lebih
dari US$11.906.
Bank Dunia mengelompokkan semua negara berpendapatan
rendah dan menengah sebagai negara berkembang namun menyatakan,
"Penggunaan sebutan ini tujuannya adalah memudahkan; tidak ditujukan untuk
menyatakan bahwa semua ekonomi dalam kelompok ini mengalami pembangunan yang
sama atau ekonomi lain telah mencapai tahap akhir pembangunan yang dituju.
Pengelompokkan menurut pendapatan nasional secara langsung tidak mencerminkan
status pembangunan suatu negara."[15]
Pengukuran dan konsep
pembangunan
Pembangunan suatu negara diukur dengan indeks statistik
seperti pendapatan per kapita (per
orang) (PDB), harapan hidup, tingkat melek aksara, dan lain-lain.
PBB telah mengembangkan HDI, sebuah indikator statistik untuk
mendorong tingkat pembangunan manusia di negara-negara yang terdata oleh PBB.
Negara berkembang umumnya adalah negara yang belum
mencapai tingkat industrialisasi yang relatif
terhadap penduduknya dan memiliki standar hidup menengah ke
rendah. Terdapat korelasi kuat antara
pendapatan rendah dan pertumbuhan populasi yang tinggi.
Istilah yang digunakan ketika membicarakan negara
berkembang mengarah pada tujuan dan pembangunan negara-negara yang memakai
istilah ini. Istilah lain yang kadang digunakan adalah negara kurang maju
(LDC), negara ekonomi kurang maju (LEDC), "bangsa belum maju" atau
bangsa Dunia Ketiga, dan "bangsa
non-industri". Sebaliknya, ujung lain dari spektrum ini disebut negara maju, negara ekonomi
sangat maju (MEDC), bangsa Dunia Pertama dan
"bangsa industri".
Untuk mengurangi aspek eufemistik dari
kata berkembang, organisasi internasional mulai
memakai istilah negara ekonomi kurang maju (LEDC) untuk
negara miskin yang dalam hal apapun tidak dapat disebut sebagai negara
berkembang. LEDC adalah subset termiskin
dari LDC. Penggunaan ini dapat menentang keyakinan bahwa seluruh dunia
berkembang memiliki standar hidup yang sama.
Konsep bangsa berkembang dapat ditemukan (dalam satu
istilah atau lain) di berbagai sistem teoretis yang memiliki beragam orientasi
— misalnya, teori dekolonisasi, teologi pembebasan, Marxisme, anti-imperialisme, dan ekonomi politik.
Kritik atas istilah 'negara
berkembang'
Ada berbagai kritik terhadap pemakaian istilah 'negara
berkembang'. Istilah ini menekankan inferioritas sebuah 'negara berkembang'
jika dibandingkan dengan sebuah 'negara maju' yang tidak disukai oleh banyak
negara. Istilah ini seolah menekankan sebuah negara agar 'berkembang' mengikuti
model pembangunan ekonomi tradisional 'Barat' yang tidak diikuti beberapa
negara seperti Kuba.
Istilah 'berkembang' berarti mobilitas dan tidak mengakui
bahwa pembangunan menurun atau tetap di sejumlah negara, terutama Afrika bagian
selatan yang terkena dampak parah dari HIV/AIDS. Dalam beberapa kasus,
istilah negara berkembang dapat dianggap sebagai eufemisme. Istilah
ini berarti homogenitas antara negara-negara tersebut yang sangat beragam.
Istilah ini juga berarti homogenitas di antara negara-negara tersebut ketika
kekayaan (dan kesehatan) sebagian besar atau kecil kelompok utama sangat
bervariasi.[butuh rujukan]
Umumnya, pembangunan memerlukan infrastruktur modern
(fisik dan institusional), dan perpindahan dari sektor bernilai rendah seperti
pertanian dan pengambilan sumber daya alam. Sebagai perbandingan, negara maju
biasanya memiliki sistem ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
dan stabil dalam sektor ekonomi tersier dan sektor ekonomi kuarter dan standar
hidup material tinggi. Tetapi, ada pengecualian utama ketika beberapa negara
yang dianggap maju memiliki banyak komponen industri primer dalam
ekonomi nasional mereka, seperti Norwegia, Kanada, Australia. AS dan Eropa
Tengah memiliki sektor pertanian yang sangat penting, keduanya adalah pemain
penting dalam pasar pertanian internasional. Selain itu, pengambilan sumber
daya alam dapat menjadi industri yang sangat menguntungkan (bernilai tinggi)
seperti pengeboran minyak.
Daftar negara ekonomi awal
dan berkembang
Berikut ini negara-negara yang dianggap sebagai ekonomi
awal dan berkembang menurut Laporan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional, April 2010.[16]
·
Albania
·
Aljazair
·
Angola
·
Armenia
·
Bahama
·
Bahrain
·
Barbados
·
Belarus
·
Belize
·
Benin
·
Bhutan
·
Bolivia
·
Botswana
·
Brazil
·
Bulgaria
·
Burma
·
Burundi
·
Kamerun
·
Chad
·
Chili
·
Tiongkok
·
Kolombia
·
Komoro
·
Kroasia
·
Djibouti
·
Dominika
·
Ekuador
·
Mesir
·
Eritrea
·
Estonia
·
Ethiopia
·
Fiji
·
Gabon
·
Gambia
·
Georgia
·
Ghana
·
Grenada
·
Guinea
·
Guyana
·
Haiti
·
Honduras
·
Hongaria
·
India
·
Iran
·
Irak
·
Jamaika
·
Yordania
·
Kenya
·
Kiribati
·
Kuwait
·
Laos
·
Latvia
·
Lebanon
·
Lesotho
·
Liberia
·
Libya
·
Lituania
·
Malawi
·
Malaysia
·
Maladewa
·
Mali
·
Meksiko
·
Moldova
·
Mongolia
·
Maroko
·
Mozambik
·
Namibia
·
Nauru
·
Nepal
·
Niger
·
Nigeria
·
Oman
·
Pakistan
·
Panama
·
Paraguay
·
Peru
·
Filipina
·
Polandia
·
Qatar
·
Rumania
·
Rusia
·
Rwanda
·
Samoa
·
Senegal
·
Serbia
·
Somalia
·
Sudan
·
Suriname
·
Suriah
·
Tanzania
·
Thailand
·
Togo
·
Tonga
·
Tunisia
·
Turki
·
Tuvalu
·
Uganda
·
Ukraina
·
Uruguay
·
Vanuatu
·
Vietnam
·
Yemen
·
Zambia
·
Zimbabwe
Negara
berkembang yang tidak terdaftar di IMF[sunting | sunting
sumber]
·
Kuba
Daftar
ekonomi berkembang yang sudah menjadi ekonomi maju (Empat Macan Asia dan negara
Euro Baru)
·
Hong Kong (sebelum
1997)
·
Singapura (sebelum
1997)
·
Korea Selatan (sebelum
1997)
·
Taiwan (sebelum
1997)
·
Siprus (sebelum
2001)
·
Libya (sebelum 2004)
·
Slovenia (sebelum
2007)
·
Malta (sebelum 2008)
·
Republik Ceko (sebelum
2009)
·
Slowakia (sebelum
2009)
Negara maju
Negara maju ditandai dengan warna biru (Berdasarkan IMFpada tahun 2008).
Negara maju adalah sebutan untuk negara yang
menikmati standar hidup yang relatif
tinggi melalui teknologi tinggi
dan ekonomi yang merata.
Kebanyakan negara dengan GDP per kapita
tinggi dianggap negara maju. Namun beberapa negara telah mencapai GDP tinggi
melalui eksploitasi sumber daya alam (seperti Nauru melalui
pengambilan fosfor dan Brunei Darussalam melalui
pengambilan minyak bumi) tanpa
mengembangkan industri yang
beragam, dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap memiliki status 'negara
maju'.
Pengamat dan teoretis melihat alasan yang berbeda mengapa
beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi.
Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan
kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model
ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa
memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara
miskin pada masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau pada masa
sekarang, melalui proses globalisasi.
Daftar menurut IMF
Berikut adalah daftar 39 ekonomi maju menurut Dana Moneter Internasional.[1] Yang dicetak
miring di daftar ini adalah bagian dari negara lain (seperti Puerto Riko merupakan
bagian dari Amerika Serikat).
·
Austria
·
Belanda
·
Belgia
·
Ceko
·
Denmark
·
Estonia
·
Islandia
·
Irlandia
·
Italia
·
Jerman
·
Latvia
·
Lituania
·
Malta
·
Norwegia
·
Portugal
·
Prancis
·
Slowakia
·
Slovenia
·
Spanyol
·
Swedia
·
Swiss
·
Yunani
Asia:
·
Israel
·
Jepang
·
Makau
·
Siprus
·
Taiwan
·
Kanada















Komentar
Posting Komentar